Network Operating System (NOS)

NOS

1.  Overview

Nos ( Network Operating System) merupakan sebuah operating sistem yang digunakan untuk mengoperasikan radio paket. Sistem operasi ini bukan sepenuhnya ‘sistem operasi’ karena NOS masih membutuhkan DOS untuk memboot komputer.

Nos dibuat oleh Phil Karn yang dibagi-bagikan secara gratis berikut source code-nya. Pada awalnya Nos dibuat untuk keperluan kalangan radio amatir. Kemudian setelah TCP/IP dimasukkan ke dalamnya maka penggunaanya mulai meluas seiring dengan berkembangnya internet. Nos bekerja tidak hanya dengan protokol TCP/IP melainkan juga ROSE  dan dalam bahasan ini hanya mengulas penggunaanya dengan TCP/IP .

2.  Cara Kerja NOS

Setelah komputer selesai proses booting dan me-load himem.sys untuk mendapatkan alokasi memory di atas 1 mega, maka NOS akan di-ekeskusi secara otomatis dengan memasukkannya dalam file autoxec.bat . Biasanya dalam autoexec.bat ditambahkan line run.bat yang berupa script untuk run NOS pertama kali.

Run.bat akan menjalankan perintah untuk mengenali device modem TNC dengan nomor interupt tertentu. Kemudian NOS akan di-load dengan membaca file configurasi : autoexec.nos .

File ini terdiri dari

  • pengalamatan IP beserta maskingnya
  • penetapan routing
  • penamaan host
  • pengenalan dan konfigurasi modem
  • jenis protokol routing yang dipakai
  • pemilihan gateway untuk penerusan e-mail
  • jenis service yang diberikan

Agak berbeda sedikit dengan TCP/IP yang umumnya meggunakan DNS (Domain Name Server)  untuk mengkonvert alamat IP ke nama host, NOS meggunakan sebuah file tunggal yang dinamakan domain.txt yang memuat seluruh nama  host dan alamat IP yang terdapat dalam 1 network .

3.  Instalasi NOS

Berikut ini disajikan cara menginstall NOS secara bertahap

  • Buat direktori pada hardisk :

C:\nos                              à direktori root untuk menyimpan semua file yang

dibutuhkan untuk menjalankan nos

C:\nos\temp                    à tempat sementara untuk menyimpan file

C:\nos\spool                    à direktori yang berhubungan dengan e-mail

C:\nos\spool\mbox

C:\nos\spool\mail           à tempat menyimpan e-mail user

C:\nos\spool\mqueue   à tempat sementara untuk e-mail yang akan

dikirimkan

C:\nos\public                  à tempat menyimpan file-file yang disharing

bersama-sama user lainnya dalam bentuk ftp

  • Dapatkan package software NOS , setelah itu diextrack ke sebuah file temporary
  • Copy file net.exe dan bm.exe ke c:\nos dengan cara

C:\cd temp

C:\temp\copy net.exe c:\nos

C:\temp\copy bm.exe c:\nos

File net.exe adalah file utama NOS yang menyediakan protokol TCP/IP , NET/ROM dan ax25 . Setelah dijalankan, file ini bersifat multitasking yang memungkinkan komputer menjadi server, client dan switch packet secara simultan dari ketiga protokol tadi. Hal ini berarti bila user lokal sedang mengakses komputer remote, maka user remote yang lain pun dapat mengakses komputer lokal dengan menggunakan protokol yang berbeda.

  • Buat file :
    • autoexec.nos
    • domain.txt
    • bm.rc
    • run.bat
    • ftpusers

Semua file di atas diletakkan pada direktory c:\nos .

Berikut ini penerangan singkat tentang file-file di atas

autoexec.nos

File ini merupakan konfigurasi sistem secara keseluruhan. File ini mengkonfigurasi alamat IP , nama host , pemilihan routing , pemilihan servis dan variabel protokol. Berikut ini disajikan contoh file autoexec.nos dan satu persatu cara penulisan perintah dengan benar yang dituliskan ke dalam file autoexec.nos .

# File autoexec.nos

hostname gate-vhf.itb.ac.id

ax25 mycall TNCARC

# setting ip

ip address [44.132.80.10]

ip ttl 16

ip rtimer 240

# setting tcp

tcp window 432

tcp mss 216

tcp irtt 2000

# misc

mem eff on

watchdog on

isat on

multitask on

# konfigurasi modem

# attach asy port COM1:

# attach asy 0x3f8 4 ax25 ax1 2048 1024 2400

# param ax1 dtr 1

# param ax1 rts 1

#

#attach packet 0x60 ax1 2048 1024

#

# attach slip port COM2:

attach asy 0x2f8 3 ax25 ax1 2048 1024 9600

ifc ax1 ipaddress 44.132.80.10

ifc ax1 broadcast 44.132.80.255

ifc ax1 netmask   255.255.255.0

par ax1 dtr 1

par ax1 rts 1

# SMTP information

start smtp

smtp timer 600

smtp sendlzw on

smtp usemx on

smtp quiet on

smtp kick

# Default routing

route add default ax1 44.132.80.1

route addprivate 44.132.80.4 ax1 direct 1

route addprivate 44.132.80.9 ax1 direct 1

route addprivate 44.132.80.7 ax1 direct 1

#

start rip

start ftp

start echo

start discard

start smtp

start finger

start nntp

start ttylink

# end of autoexec.nos

Berikut ini disajikan beberapa manual dan syntax yang tertera pada  file autoexec.nos

–          hostname <nama_host>

nama_host diisi dengan nama komputer yang hendak dijalankan sebagai client atau server Nos. Karakter yang dipakai untuk pengisiannya adalah karekater ASCII . Nama ini akan terlihat sebagai nama domain pada alamat e-mail. Penamaan ini berdasarkan pada RFC 1035 .

Contoh :         hostname  nos.telkom.co.id

–          ax25 mycall  <callsign>

Nama panggilan ini berbeda dengan nama host . Penamaannya bersifat bebas namun terbatas pada satu kata saja. Fungsi dari nama panggilan ini adalah untuk memperkenalkan nama mesin yang bersangkutan oleh mesin lain.

Contoh :         ax25 mycall NOS

–          ip address <nomor_ip>

IP address yang dimaksudkan adalah nomor IP yang akan diassign ke mesin ini. Nomor yang digunakan bisa merupakan nomor yang dikenali internet atau yang ada di bawah firewall .

Contoh :         ip address    192.56.23.8

–          attach asy <I/O address> <vector> ax25|nrs  <nama_interface> <buffsize> <mtu> <baud>

Perintah ini digunakan untuk mengkonfigurasi hardware seperti ethernet card dan modem. Jenis card ethernet atau modem diberi nama misalnya ed0 atau ax0 . Apabila dipakai modem yang mempunyai eprom maka option nrs dipakai bukan ax25.

Contoh :

untuk mengenali modem TNC yang sudah di KISS pada com 2 dengan kecepatan 9600 baud

attach asy 0x2f8 3 ax25 ax0 1024 576 9600

untuk mengenali sebuah card ethernet bermerk 3com type 3c503 yang antriannya dibatasi 5 paket dan paket yang keluar yang lebih dari 1500 bytes akan dipecah menjadi paket yang lebih kecil

attach 3c500 0x300 3 arpa ec0 5 1500

–          route add <nomor_ip> <nama_interface> <mode> <nomor_metric>

Perintah ini bertujuan memberikan routing record ke dalam tabel routing yang nantinya akan berguna untuk menentukan jalan dan gateway untuk mencapai sebuah host tujuan. Contoh :

route add 10.10.12.3  ax0 direct 1

Line di atas berarti untuk mencapai host 10.10.12.3 , host lokal dapat mencapainya secara lansung melewati interface ax0 (modem radio) . Nomor metric yang dituliskan 1, artinya untuk mecapai host tujuan hanya memerlukan 1 lompatan (hop) .

route add 10.10.12.13   ax0   10.10.10.1    2

Line ini berarti untuk mencapai host 10.10.12.13  komputer lokal terlebih dahulu harus melewai 10.10.10.1 (yang berfungsi sebagai gateway) dan memerlukan 2 lompatan .

route add default 10.10.10.1

Line ini berarti bahwa semua koneksi host yang akan dituju akan dilemparkan ke host 10.10.10.1 yang berfungsi sebagai gateway default.

Kedua line di atas sama-sama menambahkan recordnya ke dalam tabel routing dan akan dicatat terus tanpa pernah kaduluarsa. Oleh karena itu ini dinamakan routing static. Kelemahan dari routing static adalah bila gateway yang diperlukan ternyata down maka host lokal tidak mencapai tujuannya.

–          rip req <gateway>

Berbeda dengan routing static, RIP  (Routing Information Protocol)  adalah sebuah protokol routing yang bersifat dinamis. Hal ini berarti bahwa host lokal dapat menentukan routingnya secara real time. Gateway-gateway yang off sudah dihapus dari tabel routingnya dan secara otomatis akan menaci gateway yang masih hidup dan dapat menyampaikan data ke host tujuan. Perintah ini digunakan untuk mengambil tabel routing dari sebuah gateway. Contoh :

rip req 10.10.10.1

Line ini artinya bahwa host lokal meminta tabel routing dari komputer dengan alamat ip 10.10.10.1  .

–          smtp gateway <nomor_ip>

E-mail seperti halnya bentuk data yang lain, bila dikirimkan akan melewati beberapa host untuk mencapai tujuannya. Khusus untuk e-mail, ada tempat penyimpan yang dinamakan mail exchanger (MX) sementara bila keadaan host tujuan :

  • tidak dikenali oleh komputer lokal (tidak ditemukan recordnya dalam file domain.txt )
  • tidak dapat dijangkau karena sedang down atau tabel routingnya abnormal.

Contoh :

smtp gateway 10.10.10.1

Host 10.10.10.1 akan menerima e-mail yang ditujuan ke host lokal bila ternyata host lokal sedang down, demikian pula sebaliknya bila host local mengirim e-mail yang tidak dikenali namanya damal file domain.txt .

–          start <nama_service>

Dalam NOS terdapat beberapa aplikasi umum yang biasanya terdapat di internet seperti ftp, smtp , telnet , bbs ,finger dan lain lain. Untuk memulainya maka diperlukan command :

start ftp

start smtp

start bbs

start telnet

start finger

domain.txt

File ini berfungsi untuk menyediakan tabel yang mengacu pada penamaan host dan ip yang digunakannya atau dengan kata lain file ini merupakan database yang berisi data tentang nama host dan ip yang terdapat dalam network. Tabel ini digunakan oleh server dan client untuk meresolve nama host ke nompr ip. Resolve ini dibutuhkan karena manusia pada umumnya tidak mudah mengingat angka ( mesin komputer selalu menggunakannya ) maka dibuatlah sebuah tabel yang merubah angka menjadi sebuah nama yang mudah diingat.

Net.exe metranslasikan nama domain seperti telkom.co.id menjadi alamat IP misalnya 192.23.45.6 dengan menggunakan DNS (domain name server) dan file domain.txt . Net.exe akan mencari nama domain untuk pertama kalinya ke file domain.txt. Apabila ditemukan, maka dia akan meresolve-nya. Sedangkan bila tidak maka dia akan mencari ke DNS. Apabila nama yang dicari dapat ditemukan pada DNS maka nama tadi akan ditambahkan ke database di file domain.txt .

Pengisian file ini memerlukan aturan sendiri.  Berikut ini disajikan contoh pengisian beserta penjelasannya.

##############################################################

### file domain.txt untuk host nos.telkom.co.id            ###

##############################################################

nos.telkom.co.id           IN   A    10.10.10.5

nos.telekomunikasi.co.id   IN   CNAME     telkom.co.id

nos.telkom.co.id           IN   MX   10 pusren.telkom.co.id

IN   MX   50 mx.telkom.co.id

pusren.telkom.co.id        IN   A    10.10.10.2

mx.telkom.co.id            IN   A    10.10.10.3

nos.ampr.org 3600      IN   A    128.23.26.89

# end of file

IN berarti Internet, yang merupakan kelas data. Dan A merupakan type data yang berarti Address (alamat ). Line di atas menunjukkan bahwa host yang bernama telkom.co.id mempunyai alamat IP 192.23.56.7 .

CNAME merupakan type data yang berarti nama lain atau alias. Line ini  mengartikan bahwa host yang bernama telekomunikasi.co.id adalah sama atau adalah nama lain dari telkom.co.id. Selanjutnya Net.exe akan me-resolve IP telkom.co.id.

MX (Mail Exchanger) merupakan record yang menyetting host-host yang  menjadi tempat sementara untuk mengirimkan e-mail, seperti yang telah dijelaskan pada bagian autoexec.nos. Angka yang menyertai misalnya 10 dan 20 mempunyai arti prioritas. Semakin kecil angkanya semakin diprioritaskan. Dalam line pada file di atas host lokal akan mengirimkan e-mailnya ke host pusren.telkom.co.id.  Bila host tersebut down , maka dia akan mengirimkannya ke mx.telkom.co.id .

Seperti di katakan di atas, bila data tidak ditemukan pada file ini maka Net.exe akan mencarinya ke DNS. Setelah didapatkan maka akan ditambahkan secara automatis ke dalam file ini. Tambahan ini mempunyai format yang sedkit berbeda, misalnya  angka 3600 di atas merupakan nilai TTL yaitu time-to-live (dalam detik). Hal ini berarti host yang dimaksudkan akan kaduluarsa setelah waktu TTL habis. Maksud ditambahkannya entri ini untuk menjaga apabila host tersebut sudah tidak eksis lagi. Line-line yang tidak mempunyai angka TTL berarti tidak akan pernah kaduluarsa.

Bm.rc

File ini berisikan beberapa konfigurasi minor . Berikut  ini contoh filenya :

Host         : nos.telkom.co.id

User         : admin

Fullname         : administrator jaringan

Reply        : admin@nos.telkom.co.id

Edit         : qe

Screen       : bios

Mbox         : \spool\mbox

Folder       : \spool

Smtp         : \spool\mail

Bagian  host, user, fullname dan reply berguna sebagai header pada e-mail yang dikirimkan. Bagian edit menyatakan editor default yang digunakan untuk mengedit text dalam nos. Mbox, folder dan smtp merupakan direktori tempat menyimpan hal-hal yang berhubungan dengan e-mail .

Run.bat

Run.bat digunakan untuk meload driver dan setting environtment dari NOS. Didalamnya termasuk line nos.exe, oleh karena itu untuk menjalankan NOS tinggal memanggil run.bat. Berikut disajikan contohnya :

#file run.bat

set bmrc=a:\bm.rc

set mailer=a:\bin\bm.exe

set TZ=WIB

del a:\spool\mqueue\*.lck

del a:\spool\mail\*.lck

del nos_old.log

ren nos.log nos_old.log

c:\ax25 0x60 5 0x300

c:\nos\bin\nos -d c:\nos -f c:\nos\autoexec.nos

c:\nos\bin\termin 0x60

# end of file

4.  Pengoperasian

Pada file statup DOS yaitu autoexec.bat dan config.sys diatur sedemikian rupa agar NOS dapat berjalan secara otomatis dan kebutuhan memory terpenuhi. Contoh :

File config.sys

Device=c:\dos\himem.sys

Device=c:\dos\smartdrv.exe

Files=40

Buffers=40

File autoexec.bat :

Set temp=c:\temp

Cd nos

Run.bat

Sumber: http://onno.vlsm.org/v11/ref-ind-1/network/nos-1998.rtf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: